IMPLEMENTASI EDUKASI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI PROTOZOA USUS PADA ANAK
Main Article Content
Abstract
Diare masih menjadi penyebab kesakitan dan kematian pada anak. Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai etiologi, diantaranya protozoa usus seperti Giardia lamblia, Blastocystis hominis, atau Entamoeba sp. Diare yang terjadi berulang atau kronis dapat mengganggu kecukupan nutrisi yang akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Prevalensi infeksi protozoa usus masih tinggi di berbagai wilayah, termasuk Indonesia. Penyakit ini merupakan water borne diseases yang ditularkan melalui jalur oral-fekal. Penularannya dapat terjadi dengan mudah, terutama pada daerah dengan sanitasi dan higienitas yang rendah. Penyakit ini sebenarnya dapat dicegah dengan tindakan sederhana, terutama dengan mengubah perilaku untuk memutus rantai penularan.Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak sekolah dasar tentang infeksi protozoa usus dan pencegahannya. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pre-test yang dilanjutkan dengan penyuluhan menggunakan media visual, video, diskusi, serta permainan interaktif. Kegiatan ditutup dengan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman. Analisis hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang bermakna. Nilai rerata peserta kegiatan naik dari 51,06 pada pre-test menjadi 81,54 pada post-test. Respon mereka juga sangat baik yang tercermin dari keaktifannya menjawab pertanyaan dan kemampuan mengulang kembali materi yang telah diberikan. Hal ini menegaskan bahwa pendekatan edukasi interaktif dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendorong perilaku hidup bersih sehat untuk mencegah infeksi protozoa usus pada anak