PELATIHAN PEMERIKSAAN BAKTERI TAHAN ASAM (BTA) PADA PETUGAS LABORATORIUM DI PUSKESMAS TANJUNGSARI

Main Article Content

Tri Umiana Soleha
Okatafany Oktafany
Putu Ristyaning Ayu

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi saluran napas yang hingga kini masih menjadi kasus yang paling sering dijumpai di Indonesia. Berdasarkan data Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI), angka insiden TB di Indonesia meningkat hingga 399 per 100.000 penduduk disertai angka kematian yang meningkat pula hingga mencapai 41 per 100.000 penduduk pada tahun 2014 (Kemenkes RI, 2015). Diagnosis dini yang lebih gencar membuka kemungkinan Provinsi Lampung dapat menjadi provinsi kedua dengan insiden kasus TB terbanyak. Namun, hal ini tidak menjadi ancaman bagi pemerintah Lampung sendiri karena memang tujuan mereka adalah meningkatkan identifikasi kasus dan mempercepat kesembuhan. Diagnosis TB yang paling akurat adalah dengan pemeriksaan Bakteri Tahan Asam (BTA). Pemeriksaan BTA ini berguna untuk mengetahui keberadaan Basil Tahan Asam (BTA) yang merupakan penyebab penyakit TB  sehingga dapat membantu petugas pelayanan kesehatan dalam penegakkan diagnosis, penilaian terhadap respon pengobatan, dan potensi penularan. Pasien TB dengan BTA positif menimbulkan risiko penularan yang lebih besar dibandingan pasien TB dengan BTA negatif (Menkes RI, 2016). Puskesmas Tanjungsari Natar Lampung Selatan merupakan salah satu dari lini pertama Layanan Kesehatan untuk masyarakat umum. Oleh karena itu diperlukan peningkatan pengetahuan dari SDM nya dalam keterampilan pemeriksaan BTA demi mendukung terlaksananya diagnosis dini TB.


 


Kata Kunci : Diagnosa, Tuberkullisis, BTA

Article Details

Section
Articles